Pages

Template Information

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Jumat, 25 September 2015

Kisah Tentang Keadilan Allah SWT ( Orang Buta jadi korban)



Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada Allah SWT dibukit Thursina. Diantara munajat ang dilantunkannya adalah, “Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku!” Allah berkata kepadanya, “Jika saya menampakkan keadilan-Ku kepadamu, engkau tidak akan dapat sabar dan tergesa-gesa menyalahkan-Ku.” “dengan Taufik-Mu, “kata Musa, “aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-Mu.” Allah berkata, “Kalau begitu, pergilah engkau ke Mata air anu! Bersembunyilah engkau didekatnya dan saksikan apa yang kan terjadi!”.
Musa pergi ke mata air yang ditunjukan kepadanya. Dia naik keatas sebuah bukit bersembunyi. Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu wudhu, dan meminum air. Setelah itu dia sholat dan meletakkan sebuah kantong dipinggirnya yang berisi uang seribu dinar.
Setelah selesai melakukan sholat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga dia lupa terhadap kantongnya. Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air daei mata air itu. Ia melihat  ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.
Setelah anak kecil pergi, datang seorang kakek yang buta. Ia mengambil air untuk diminum lalu wudhu dan sholat. Setelah selesai si kakek melakukan sholat, datang penunggang kuda yang ketinggalan kantongnya itu. Dia menemukan kakek itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, “kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang disini.” Betapa kagetnya si kakek buta itu. Ia berkata, “bagaimana saya mengambil kantong sementara mataku tidak bisa melihat?” penunggang kuda itu berkata, “kamu jangan berdusta! Sebab, tidak ada oranglain selain kamu.” Si Kakek buta berkata, “betul, saya berada disini sendirian. Namun, kamu kantahu mataku tidak dapat melihat.” Si Penunggang kuda berkata, “mengambil kantong itu tidak harus dengan mata, dungu! Tetapi dengan tangan! Walaupun matamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan.”
Akhirnya, sikakek buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah si kakek buta dibunuh, ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, ia tidak menemukannya. Maka ia pergi meninggalkan mayat kakek buta tersebut.
Ketika Musa melihat kejadian tersebut, dia berkata, “Ya Allah, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin Engkau sangat adil. Kenapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi?”
Tidak lama kemudia datanglah malaikat Jibril dan berkata, “Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasn-Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diri-Nya sangat mengetahui hal-hal ghaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja di si penunggang kuda itu namun ia tidak baya secara zalim. Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong itu. Adapun kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum emngalami kebutaan.”


Sumber Kisah: Menggapai Hidayah dari Kisah (Kumpulan kisah dari buku-buku Al-Ghazali)

0 komentar:

Posting Komentar