Pages

Template Information

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Selasa, 06 Oktober 2015

Kisah tentang Akhir hidup bahagia dan akhir hidup menyesal (Jatuh Dari Tangga)



Ada dua orang bersaudara. Yang satu ahli ibadah sedangkan yang satu lagi tukang maksiat. Suatu hari tukang ibadah digoda oleh nafsunya untuk mengikuti syahwatnya. Nafsunya memprovokasi bahwa dirinya sudah sangat lama menghabiskan umurnya dalam beribadah. Ia berandai-andai bahwa jika dirinya selesai melampiaskan nafsunya, ia akan segera tobat karena dirinya mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dalam hatinya tukang ibadah ini berkata, “Saya akan turun ke lantai bawah tempat saudaraku berada. Saya akan mengikuti apa yang dilakukan olehnya (yaitu melampiaskan nafsu dengan berbagai bentuk maksiat dan kesenangan). Setelah itu saya akan bertobat dan menghabiskan umurku untuk beribadah kepada Allah. Maka turunlah dia ke lantai bawah sambil membawa niat tersebut”.
          Adapun saudaranya yang tukang maksiat, dalam hatinya berkata, “Saya telah menghabiskan umurku dengan kemaksiatan. Sedangkan saudaraku terus-terusan beribadah. Saudaraku akan masuk surga sedangkan saya akan masuk kedalam neraka. Demi Allah, saya akan  tobat dan naik ke tempat saudaraku untuk ikut serta beribadah dengannya. Saya akan menggunakan sisa umurku untuk beribadah . semoga Allah memaafkanku. “Maka dia naik ke atas untuk menemui saudaranya dengan niat tersebut”.
Sementara itu, saudaranya yang sedang di atas dan bermaksud turun ke bawah dengan niat untuk ikut melakukan maksiat  sedangkan menuruni anak tangga. Tiba-tiba kakinya terkilir dan jatuh ke bawah. Jatuhnya tepat sekali menimpa saudaranya yang akan naik ke atas dengan niat bertobat. Keduanya meninggal seketika. Si tukang ibadah dibangkitkan oleh Allah dalam keadaan berniat maksiat sedangkan si tukang maksiat dibangkitkan oleh Allah dalam keadaan berniat untuk beribadah.


===>>> "Innamal a'malu binniat" : Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya."
Jangan pernah sekali-kali kita berbuat maksiat, dan jangan pernah sekali-kali mempermainkan tentang taubat.
semoga dengan kisah ini aka membuat kita hidup lebih baik lagi, aammiin..
Wallaahu a'lam bishowaab.


0 komentar:

Posting Komentar